Wednesday, December 28, 2016

Insight | Baumkuchen?

Hye guys!

Pernah gak kalian bangun tengah malem terus kelaparan? inilah yang aing rasakan malem tadi. Terbangun dari mimpi buruk akan masa depan yang kelam, aing merasa kelaperan pengen nyari makanan. Tapi apalah daya, jam segini mana ada warung ato warteg yang buka di sekitaran. Maka itu, marilah kita cari alternatif buat menahan lapar.

That's Right...

Mari kita buka Food Porn. Alias nyari-nyari gambar makanan di internetz! Maklum, belom gajian jadi inilah alternatif yang aing selalu lakukan kalo laper malem-malem hehe.

"Hurr, Mcdelivery kan 24 jam"

NOPE itu kentang gorengnya layu macem kanebo basah.



Setelah liat-liat gambar-gambar yang menggugah selera dan juga batin, aing mendarat di suatu gambar yang menurut aing menarik. gambar itu adalah suatu kue yang bentuknya silinder dan juga lonjong macem drum.

"Baumkuchen" alias harafiahnya kue pohon.

Aha! kok kayaknya pernah liat kue ini cuma dimana ya?


Yes, kue ini menarik menurut aing. Baumkuchen ini adalah semacem Layer cake (kue lapis) dari Jerman yang juga terkenal di Jepang. Konon katanya kue ini adalah semacem ujian yang menentukan bahwa anda bisa jadi Meister atau ahli dalam pembuat kue di Jerman sana.

"Heyy maneh kata tadi Baumkuchen juga terkenal di Jepang, gua suka jejepangan, bozz! Ceritain kenapa bisa terkenal di Jepang!!"

Iya sabar, ini aing ceritain juga kok...
Pada suatu hari, ada orang Jerman yang namanya Karl Joseph Wilhelm Jucheim yang tinggal di kota Tsingtao di Tiongkok. Nah, saat tentara negara sebelah invasi Tiongkok, do'i ditangkap dan dibawa ke Okinawa, Jepang jadi semacam tawanan tapi nggak dipenjara terus mereka dipindah ke Hiroshima pada tahun 1917.

Daripada nganggur, mending do'i pikir kita bikin kue aja sekalian jualan. Maka dari itu dia bikin kue Baumkuchen yang bakal dijual di pameran German Expo di Hiroshima. Karena dia orang yang pertama kali bikin Baumkuchen di Jepang, otomatis dialah sang pelopor dan juga monopoli pasar ahem, penyebar kue Jerman ini di Jepang.

Satu hal, Kenapa kue ini bisa populer di Jepang? Karena di dalam kue ini terdapat semacam filosofi kalo setiap lapis dari kue ini merepresentasikan panjang umur dari pohon dan juga orang yang bikin kue ini mesti tahan berdiri lama-lama dan juga kesabaran dan ketelitiannya diuji. Orang Jepang merasa kue ini cocok dengan salah satu filosofi Jepang sendiri, jadi sekalian makan sekalian jadi renungan hehe.

Tapi makna yang aing tangkep paling penting adalah : Panjang Umur


Cocoklogi




"Heeey, kok pas aing liat-liat, kenapa kayak kue lapis overpriced yang dijual di Indonesia? Apa-apaan ini?!"

AH IYA ITU KUE LAPIS LEGIT!!1!


Calm down, kue lapis itu pada dasarnya hampir semua negara ada khasnya masing-masing dan kue jenis layer cake (kue lapis) itu konon asal-usulnya masih diperdebatkan jadi santai sajalah. Lagipula memang maneh sudah pernah makan Baumkuchen? Aing pribadi sih belum.

Jadi pertanyaannya adalah apakah rasa Baumkuchen Jepang atau Jerman sama dengan Lapis Legit Indonesia?

Jujur saja aing tidak tahu. Tapi yang aing yakin pastinya Baumkuchen Jerman sama Jepang berbeda at least dari segi ke-khasannya. Biasanya yang aing sering jumpa itu kalo makanan Jerman yang asli pasti rasanya agak hambar (ex: Paulaner Brauhaus).

Sementara kalo Jepang pasti rasanya dimodifikasi sedemikian rupa jadi rasanya cocok sama lidah orang asia. Dan juga dari segi variasinya pasti di jepang-jepangin contohnya kayak rasa Matcha dan yang aing prediksi pasti teksturnya lebih soft n' spongy dibanding yang Jerman punya.

Matcha Kuchen

"HURR, PASTI HARGANYA MAHAL!!!"

Of course! yang namanya kue jenis Layer Cake macem Lapis Legit ataupun Baumkuchen pasti harganya MAHAL. Kue jenis ini pasti mahal karena disamping bahannya, sebenarnya yang bikin kue macem ini mahal harganya itu PROSES PEMBUATANNYA! Bayangkan saja nungguin lapis demi lapis mateng terus juga timingnya harus perfect supaya hasilnya rapi nggak bergelembung dll. Mungkin bikin subuh kelar maghrib kali...

Anda masih berani bilang semua kue lapis overpriced? Kadang ada benernya hehe...

Aing sendiri tertarik sih buat nyobain Baumkuchen. Tapi kalo rasanya sama kayak Lapis Legit, kayaknya percuma aja buang-buang uang buat sesuatu yang rasanya sama dengan harga yang mungkin lebih mahal karena ada cap Japanese Baumkuchen di bungkusnya.

That said, aing tetep pingin coba biarpun agak mahal.
For Science.


Source materials:
  • https://en.wikipedia.org/wiki/Karl_Joseph_Wilhelm_Juchheim
  • https://thepoetsaredead.files.wordpress.com/2014/01/b1539-baumkuchen.gif?w=768
  • https://www.cantikinfo.net/wp-content/uploads/2014/04/Resep-kue-lapis-legit.jpg
  • Website resmi Jucheim yang di blok Internet Positif di tempat aing (Thanks obama) 



4 comments:

  1. Rasanya biasa aja gan, masih jauh lebi enak lapis legid

    ReplyDelete
  2. makan ma susu vanila beneran enak ga si?

    ReplyDelete
  3. Hi, aing sendiri belom pernah makan Baumkuchen sih tapi kalo menurut aing, apapun makanan/kue yang dibuat dengan dasar susu pasti cocok kalo dimakan sama....err let's say, kopi dingin yang pake susu atau milkshake dan lain-lain.

    ReplyDelete
  4. yg tersirat d kepala aing malah kue lapis ...

    ReplyDelete